- Pada
pembahasan sebelumnya, Anda sudah diperkenalkan mengenai pengertian
hidrolisis, yaitu reaksi dengan air menyebabkan air terionisasi. Suatu zat dikatakan terhidrolisis jika zat tersebut dalam larutannya dapat bereaksi dengan air sehingga air menjadi terionisasi.
Suatu garam dalam pelarut air terurai membentuk ion-ionnya. Hasil
pelarutan garam ini dapat bersifat netral, asam, atau basa. Sifat
larutan garam ini bergantung pada sifat-sifat ionnya. Pelarutan garam
dapat memengaruhi keadaan kesetimbangan ionisasi air. Anda sudah
mengetahui bahwa air membentuk kesetimbangan dengan ion-ionnya.H2O(l) ⇄ H+(aq) + OH–(aq)
atau
2H2O(l) ⇄ H3O+(aq) + OH–(aq)
Garam-garam yang terlarut di dalam air mungkin terhidrasi atau terhidrolisis. Suatu garam dikatakan terhidrasi di dalam pelarut air jika ionionnya dikelilingi oleh molekul air akibat antaraksi dipol antara ion-ion garam dan molekul air.
Antaraksi ion-ion garam dan molekul air membentuk kesetimbangan dan
tidak memengaruhi pH larutan. Suatu garam dikatakan terhidrolisis di
dalam pelarut air jika ionionnya bereaksi dengan molekul air. Reaksi
ion-ion garam dan air membentuk kesetimbangan dan
memengaruhi pH
larutan.
a. Hidrasi Kation dan Anion
Hidrasi
kation terjadi karena adanya antaraksi antara muatan positif kation dan
pasangan elektron bebas dari atom oksigen dalam molekul air. Kation
yang dapat dihidrasi adalah kation-kation lemah, seperti ion kalium
(K+), yaitu kation yang memiliki ukuran besar dengan muatan listrik rendah. Kation-kation seperti ini berasal dari basa kuat, seperti Na+, K+, dan Ca2+. Contohnya:
K+(aq) + nH2O(l) ⇄ [K(H2O)n]+
Anion-anion
yang dihidrasi adalah anion dari asam kuat atau anion yang bersifat
basa konjugat sangat lemah. Anion-anion ini dihidrasi melalui antaraksi
dengan atom hidrogen dari air. Misalnya:
NO3–(aq) + mH2O(l) ⇄ [NO3(H2O)m]–
Kation
dan anion dari garam-garam yang terhidrasi di dalam air tidak bereaksi
dengan molekul air. Oleh karena itu, anion atau kation seperti ini
merupakan ion-ion bebas di dalam air (Gambar 8.3).
Kation-kation garam yang berasal dari basa lemah di dalam air dapat mengubah larutan menjadi asam. Kation-kation ini merupakan asam konjugat dari basa lemah, seperti Al3+, NH4+, Li+, Be2+, dan Cu2+. Karena kation-kation tersebut merupakan asam konjugat dari basa lemah maka tingkat keasamannya lebih kuat daripada air. Oleh karenanya, kation-kation ini dapat menarik gugus OH– dari molekul air dan meninggalkan sisa proton (H+) sehingga larutan bersifat asam. Reaksi antara H2O dan kation logam membentuk kesetimbangan. Dalam hal ini, molekul H2O berperan sebagai basa Lewis atau akseptor proton menurut Bronsted-Lowry. Contohnya:
NH4+(aq) + H2O(l) ⇄ NH3(aq) + H3O+(aq)
Al3+(aq) + 3H2O(l) ⇄ Al(OH)3(aq) + 3H+(aq)
Anion-anion hasil pelarutan garam yang berasal dari asam lemah dapat mengubah pH larutan menjadi bersifat basa karena bereaksi dengan molekul air. Anion-anion seperti ini merupakan basa konjugat dari asam lemah, yaitu basa yang lebih kuat dibandingkan molekul H2O. Karena itu, anion-anion tersebut dapat menarik proton (H+) dari molekul air dan meninggalkan sisa ion OH– yang menyebabkan larutan garam bersifat basa. Contohnya:
F–(aq) + H2O(l) ⇄ HF(aq) + OH–(aq)
CN–(aq) + H2O(l) ⇄ HCN(aq) + OH–(aq)
Semua garam yang anionnya berasal dari asam lemah, seperti CH3COONa, KCN, NaF, dan Na2S akan terhidrolisis ketika dilarutkan di dalam air menghasilkan larutan garam yang bersifat basa.
Reaksi kation atau anion dengan molekul air disebut hidrolisis. Dengan kata lain, hidrolisis adalah reaksi ion dengan air yang menghasilkan basa konjugat dan ion hidronium atau asam konjugat dan ion hidroksida.Contoh Garam yang Terhidrolisis
Manakah di antara NaCl, MgCl2, dan AlCl3 yang jika dilarutkan dalam air akan terhidrolisis?
Jawab:
Ion Cl– berasal dari asam kuat atau basa konjugat yang lebih lemah dari air. Oleh karena itu, ion Cl– tidak bereaksi dengan air. Kation Na+ dan Mg2+ berasal dari basa kuat dan merupakan kation berukuran relative besar dengan muatan rendah sehingga tidak terhidrolisis. Ion Al3+ memiliki ukuran relatif sama dengan Mg2+, tetapi muatannya tinggi sehingga dapat bereaksi dengan air. Oleh karena itu, ion Al3+ terhidrolisis membentuk Al(OH)3.
0 comments